Sabtu, 08 September 2012

MENGENAL ARSY – TEMPAT ALLAH BERSEMAYAM

MENGENAL ARSY – TEMPAT ALLAH BERSEMAYAM
Oleh: Abu Muhammad Fakhri Faiz Sugiyanta Purwosumarto

Selama ini banyak kaum Muslimin belum atau tidak mengetahui tempat Allah subhanahu wa ta’ala berada. Saat ditanya, dimanakah Allah selama ini? Kaum muslimin sering menjawab bahwa Allah subhanahu ta’ala berada di mana-mana, atau bahkan mereka jawaban Allah tidak di mana-mana. Kaum al-Asy’ariyah berpendapat bahwa Allah tidak di mana-mana, karena bila Allah berada di suatu tempat berarti Allah bersifat seperti makhluk. Kalau Allah berada di suatu tempat, berarti tempat Allah melebihi ukuran Allah. Dalam arti kata yang lain, Allah kalah besar dari tempat dia berada. Rupanya mereka lupa bahwa Allah itu Maha Berkehendak. Dia subhanahu wa ta’ala dapat melakukan apa pun yang dia kehendaki.

Sebenarnya Allah subhanahu wa ta’ala sekarang dimana?
Allah telah menceritakan kepada kita tentang dirinya juga tentang keberadaannya.
هُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ [الحديد/4]
Dia (Allah) yang menciptakan seluruh langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arsy.
Berdasarkan ayat ini kita mengetahui bahwa kini Allah berada di atas Arsy. Kaum Muslimin harus mengimani firman Allah subhanahu wa ta’ala.

Dimanakah Arsy itu
1.        Arsy itu ada di atas surga yang paling tinggi, yaitu surga Firdaus.
صحيح البخاري - (ج 9 / ص 354)
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ صَالِحٍ حَدَّثَنَا فُلَيْحٌ عَنْ هِلَالِ بْنِ عَلِيٍّ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ... فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ فَاسْأَلُوهُ الْفِرْدَوْسَ فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الْجَنَّةِ وَأَعْلَى الْجَنَّةِ أُرَاهُ فَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ وَمِنْهُ تَفَجَّرُ أَنْهَارُ الْجَنَّةِ
Shahih al-Bukhari (9/354)
Bercerita kepada kami Yahya bin Shalih, bercerita kepada kami Fulaih dari Hilal bin ‘Ali dari ‘Atha bin Yasar dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah  bersabda, “... Bila kalian memohon kepada Allah maka memohonlah kepada-Nya (surga) Firdaus, karena sesungguhnya ia adalah yang paling utama dan paling tinggi. Di atasnya terdapat ‘Arsy Allah yang Maha Pengasih.”

2.        Arsy itu ada di (atas) langit
Karena Allah bersemayam di Arsy, seperti keberadaan Allah yang Allah ceritakan tentang dirinya
أَأَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يَخْسِفَ بِكُمُ الْأَرْضَ فَإِذَا هِيَ تَمُورُ [الملك/16]
Apakah kalian merasa aman terhadap Allah yang di langit bahwa Dia akan mengjungkir balikkan bumi bersamamu. Sehingga dengan tiba-tiba bumi itu berguncang?
Demikian juga hadist tentang Isra’ Mi’raj Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bahwa beliau dinaikkan hingga melewati langit ketujuh dan berakhir pada sisi Allah subhanahu wa ta’ala, lalu didekatkan oleh Allah kepada-Nya dan diwajibkan shalat atas beliau shalallahu ‘alaihi wa salam dan umatnya (lih. Hadist al-Bukhari dan Muslim dari Malik bin Sha’sha’ah)

Besarkan Arsy itu?
Sebagai gambaran mari kita perhatikan hadist berikut:
سنن أبي داود - (ج 12 / ص 335)
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَفْصِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي قَالَ حَدَّثَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ طَهْمَانَ عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أُذِنَ لِي أَنْ أُحَدِّثَ عَنْ مَلَكٍ مِنْ مَلَائِكَةِ اللَّهِ مِنْ حَمَلَةِ الْعَرْشِ إِنَّ مَا بَيْنَ شَحْمَةِ أُذُنِهِ إِلَى عَاتِقِهِ مَسِيرَةُ سَبْعِ مِائَةِ عَامٍ
Sunan Abu Dawud (12/335)
Ahmad bin Hafsh bin ‘Abdillah bercerita kepada kami, ia berkata, “Ayahku bercerita kepadaku, ia berkata, “Ibrahim bin Thahman bercerita kepadaku dari Musa bin ‘Uqbah dari Muhammad bin al-Munkadir dari Jabir bin Abdullah, dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam, beliau bersabda, "Aku diizinkan untuk menceritakan tentang kondisi salah satu Malikat diantara malaikat-malaikat Allah SWT yang lain; yaitu malaikat Hamalatul Arsy (pengusung Arsy), 'Sesungguhnya jarak antara ujung telinga bawah malaikat dengan bahunya sejauh perjalanan tujuh ratus tahun'."

Bagaimana Allah bersemayam?
Untuk menjawab pertanyaan ini, cukuplah pernyataan Imam Malik rahimahullah (wafat tahun 179 H). Suatu saat seseorang bertanya kepada Imam Malik tentang bagaimana Allah bersemayam di Arsy.
Jawabnya adalah, “(Cara) bersemayam Allah ma’lum (sudah diketahui maknanya), dan caranya tidak dapat dicapai dengan akal (tidak diketahui), dan beriman kepadanya wajib, bertanya tentang hal tersebut adalah bid’ah dan aku tidak melihatmu kecuali dalam kesesatan.”
Adapun imam Abu Hanifah rahimahullah (80-150 H), berkata, “Apabila ada orang yang mengingkari keberadaan Allah di langit (Arsy – penulis), maka dia telah kafir.”
Wallahu a’lam.

3 komentar:

  1. Assalamualaikum....Maaf sedikit bingung...seandainya dua orang menunjukan Allah secara bersamaan, yang satu berada dikutub utara dan yang satu lagi berada di kutub selatan arahnya akan berlawanan....mohon penjelasan....

    BalasHapus
  2. Wa'alaikumussalam. Sebenarnya yang ditanya tidak lebih tahu daripada yang bertanya. Hanya saja alam semesta ini tidak hanya bumi dan isinya saja. Bahwa Allah maha Besar. Dan ada juga hadist bahwa alam semesta ini ada di antara dua jari-Nya. Tapi jangalah kita bayangkan jari Allah sama dengan jari makhluk-Nya. Jadi karena Allah sangat besar, asal kita menunjuk ke langit (atas) seperti diutarakan hadist dalam tulisan di atas, itu sudah sesuai apa yang diajarkan oleh Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam.

    BalasHapus
  3. سُبْحَانَ اللّهُ
    Bolh minta n0 hp atau ap lh ? Tuk sya mndalami islam

    BalasHapus