Senin, 01 Agustus 2011

Hadist tentang Puasa dalam Pembicaraan: Awal Ramadhan adalah Rahmat, Pertengahannya adalah Ampunan, dan Akhirnya adalah Pembebasan dari Api Neraka

Hadist tentang Puasa dalam Pembicaraan: Awal Ramadhan adalah Rahmat, Pertengahannya adalah Ampunan, dan Akhirnya adalah Pembebasan dari Api Neraka
Oleh: Sugiyanta, S.Ag, M.Pd

 Bunga Bakung hasil Unduhan

Ada beberapa hadist yang sering begitu terkenal dan sering disampaikan oleh para da’i atau mubaligh lebih-lebih dalam puasa. Tetapi sering tidak disebutkan kedudukan atau derajat hadistnya apakah hadist itu maqbulah (dapat diterima) atau tidak. Suatu hadist dapat diterima kalau hadist tersebut shahih, atau hasan. Di antara hadist-hadist yang populer tetapi tidak shahih tidak pula hasan, tetapi dlaif atau maudlu adalah hadist panjang berikut:

ثنا علي بن حجر السعدي ، ثنا يوسف بن زياد ، ثنا همام بن يحيى ، عن علي بن زيد بن جدعان ، عن سعيد بن المسيب ، عن سلمان قال : خطبنا رسول الله صلى الله عليه وسلم في آخر يوم من شعبان فقال : « أيها الناس قد أظلكم شهر عظيم ، شهر مبارك ، شهر فيه ليلة خير من ألف شهر ، جعل الله صيامه فريضة ، وقيام ليله تطوعا ، من تقرب فيه بخصلة من الخير ، كان كمن أدى فريضة فيما سواه ، ومن أدى فيه فريضة كان كمن أدى سبعين فريضة فيما سواه ، وهو شهر الصبر ، والصبر ثوابه الجنة ، وشهر المواساة ، وشهر يزداد فيه رزق المؤمن ، من فطر فيه صائما كان مغفرة لذنوبه وعتق رقبته من النار ، وكان له مثل أجره من غير أن ينتقص من أجره شيء » ، قالوا : ليس كلنا نجد ما يفطر الصائم ، فقال : « يعطي الله هذا الثواب من فطر صائما على تمرة ، أو شربة ماء ، أو مذقة لبن ، وهو شهر أوله رحمة ، وأوسطه مغفرة ، وآخره عتق من النار ، من خفف عن مملوكه غفر الله له ، وأعتقه من النار ، واستكثروا فيه من أربع خصال,خصلتين ترضون بهما ربكم ، وخصلتين لا غنى بكم عنهما ، فأما الخصلتان اللتان ترضون بهما ربكم : فشهادة أن لا إله إلا الله ، وتستغفرونه ، وأما اللتان لا غنى بكم عنهما : فتسألون الله الجنة ، وتعوذون به من النار ، ومن أشبع فيه صائما سقاه الله من حوضي شربة لا يظمأ حتى يدخل الجنة » صحيح ابن خزيمة - (ج 7 / ص 115)

Ali bin Hajr menceritakan kepada kami, Yusuf bin Ziyad menceritakan kepada kami, Hamam bin Yahya menceritakan kepada kami, dari Ali bin Zaid bin Jud’an, dari Sa’id bin al-Musayyib, dari Salman al-Farisi, ia berkata: “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam khuthbah kepada kami pada akhir hari bulan Sya’ban: “Wahai manusia, sungguh bulan Ramadhan ini telah menaungi kalian semua. Bulan penuh berkah, bulan yang mempunyai suatu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, bulan yang Allah jadikan puasa pada bulan tersebut suatu kewajiban dan shalat malamnya sebagai sunnah. Barangsiapa berbuat suatu kebaikan pada bulan itu, maka sama halnya ia telah melakukan suatu kewajiban pada bulan lainnya. Ia adalah bulan kesabaran, sedangkan kesabaran akan berpahala surga, ia juga bulan untuk mengungkapkan empati pada orang lain, ia bulan saat rejeki seorang mukmin ditambahkan. Barangsiapa yang memberi buka pada seorang yang sedang puasa maka akan menjadi ampunan bagi dosanya, dan akan membebaskan dari api neraka, dia akan mendapatkan pahalanya tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun”. Para sahabat bertanya: Ya Rasulullah, bukankah kita semua mampu untuk memberi makanan untuk berbuka?” Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda: Pahala ini hanya Allah berikan kepada orang yang memberikan buka puasa dari seteguk susu, atau sebiji kurma atau seteguk air. Namun barangsiapa yang memberikan buka puasa sampai kenyang maka Allah akan memberinya minum dari telaga yang dengannya ia tidak akan haus selamanya sampai masuk surga. Bulan Ramadhan adalah bulan yang awalnya adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan sedangkan akhirnya adalah pembebasan dari api neraka. Oleh karenanya, perbanyaklah melakukan empat hal. Dua hal bisa membuat ridla Rabb (tuhan) kalian,sedangkan dua lainnya pasti kalian butuhkan. Adapun dua hal yang membuat Rabb ridla adalah  meminta bahwa tiada Ilah (sesembahan) yang berhak disembah melainkan Allah serta kalian meminta ampunan kepadanya, sedangkan dua hal yang pasti kalian butuhkan adalah kalian mohon surga dan berlindung dari neraka

1.    Periwayatan
Hadist ini terdapat dalam:
a.       Shahih Ibn Khuzaimah (7/115), juga
b.      al-Mahamili dalam al-Amali (hadist no. 50), juga
c.       al-Wahidi dalam al-Wasith (1/640).

2.    Sisi Kecacatan dan derajat hadist
a.       Sanad
Di dalam wajah hadist ini ada Ali bin Zaid bin Jud’an.
1)      Imam Ahmad berkata bahwa Ali bin Zaid bin Jud’an adalah orang yang lemah (hafalannya). Hadist Dlaif/lemah
2)      Imam Ibn Khuzaimah berkata, “Saya tidak nerhujjah dengannya disebabkan lemah hafalannya
3)      Imam al- Mundziri dalam at-Targhib wa Tarhib (2/115) mendlaifkan hadist ini
4)      Syaikh Ali Hasan al Halabi dalam Sihaumin Nabi (hal.110) juga mendlaifkannya
5)      Abu Hatim ar-Razi dalam al-Ilal (2/50) menuduhnya sebagi hadist munkar
6)      Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam Silsilah adl-Dlaifah (871) berkata bahwa hadist ini munkar

b.      Matan
Ungkapan “Bulan Ramadhan adalah bulan yang awalnya adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan sedangkan akhirnya adalah pembebasan dari api neraka” tidak sesuai dengan hadist lain yang lebih shahih. Karena sesungguhnya seluruh bulan Ramadhan, baik awalnya, tengahnya, maupun akhirnya penuh dengan rahmat, ampunan dan saat-saat manusia bisa bebas dari api neraka.
Cukuplah hadist berikut untuk menunujukkan keistimewaan bulan Ramadhan.
صحيح البخاري - (ج 1 / ص 67)حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَامٍ قَالَ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda: Barang siapa puasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala diampuni baginya dosa-dosa masa lalu. (Hadist ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim (4/144)
صحيح البخاري - (ج 7 / ص 134) حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda: Barang siapa Shalat malam pada bulan Ramadhan karena iman dan mengaharp pahala diampuni baginya dosa-dosa masa lalu. (Hadist ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim (4/145)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar