Senin, 20 Februari 2012

Makna Dua Kalimat Shahadat

MAKNA SHAHADATAIN
oleh: Sugiyanta, S.Ag, M.Pd
 Suatu Masjid di Kenangan Penajam Paser Timur Kaltim
A.      MAKNA  لا إله إلا الله    
لا إله إلا الله mempunyai dua rukun:
1.    an-Nafyu atau peniadaan:  لا إله  membatalkan syirik dengan segala bentuknya dan mewajibkan penolakan terhadap segala apa yang disembah selain Allah.
2.         Al-Itsbat atau penetapan:  إلا الله  menetapkan bahwa tidak ada berhak disembah kecuali Allah dan mewajibkan pengamalan sesuai konsekuensinya. (Lih. Shalih bin Fauzan bin Abdullah al-Fauzan,Syaikh, Dr., at-Tauhid li ash-Shaff al-Awwal al Aliy, bab 3, pasal 2.)
Makna kedua rukun tsb. banyak disebut dalam al-Quran seperti:

فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوْتِ وَيُؤْمِنْ بِاللهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى

Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali (Islam) yang amat kuat …(QS al-Baqarah: 256)  

Firman Allah, فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوْتِsemakna dengan   لا إله rukun yang pertama. Dan وَيُؤْمِنْ بِاللهِ semakna dengan   .إلا الله Tegasnya لا إله إلا الله mempunyai makna لا معبود بحق إلا الله  - tidak ada sesembahan yang haq selain Allah.
Maka kita hendaknya meninggalkan ibadah kepada selain Allah dari segala macam yang dipertuhankan sebagai keharusan dari peniadaan laa ilaaha. Dan beribadah kepada Allah semata tanpa syirik sedikitpun, sebagai keharusan penetapan illallah. Banyak orang yang meingikrarkan tetapi melanggarnya. Sehingga mereka menetapkan ketuhanan yang sudah ditolaknya, baik berupa makhluk, kuburan, pepohonan, bebatuhan dan thaghut yang lainnya.
B. Makna  محمد رسول الله atau  وأن محمدا عبده ورسوله
1. Bahwa Muhammad bin Abdullah bin Abda al-Muthalib al-Quraishi al-Hasyimi, adalah عبده artinya beliau bukanlah sekutu bagi Allah (lih, Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, Syaikh, Syarah Kitab Tauhid, al-Qaulul Mufid ‘ala Kitabit Tauhid Jilid 1, Darul Falah, Jakarta, 2003, hal. 41), dia adalah manusia yang diciptakan dari bahan yang sama dengan bahan ciptaan manusia lainnya. Juga berlaku atasnya apa yang berlaku atas orang lain.(lih. Shalih bin Fauzan bin Abdullah al-Fauzan, Dr., Kitab Tauhid 1, Darul Haq, Jakrta, 2003, hal. 61) Sebagaiman firman-Nya:
قُل إِنَّمَا أَنَاْ بَشَرٌ مِثْلُكُمْ
Katakanlah, “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusi seperti kamu …”(QS al-Kahfi: 110) dan beliaupun hanya beribadah kepada Allah semata.

2. Bahwa Muhammad adalah رسول الله artinya bahwa beliau diutus kepada manusia (dengan berdasar wahyu yang ditutunkan kepada beliau, dengan misi dakwah kepada Allah (mentauhidkan Allah) sebagai basyir (pemberi kabar gembira) dan nadzir (pemberi peringatan). (Lih. Shalih bin … Ibid hal. 62).  
Maka kita hendaknya mentaati, membenarkannya, meninggalkan apa yang dilarangnya, mencukupkan diri dengan mengamalkan sunahnya, dan meninggalkan yang lain dari hal-hal bid’ah dan muhdastat (baru), serta mendahulukan sabdanya di atas segala pendapat orang lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar