Jumat, 10 Agustus 2012

BEBERAPA PERMASALAHAN DALAM ZAKAT FITHRI

BEBERAPA PERMASALAHAN DALAM ZAKAT FITHRI
Oleh: Sugiyanta Purwosumarto
Pemandangan Indah Dari Pesawat Dalam Perjalanan antara Bali dan Jogja
 
1.        Menyebutnya dengan nama Zakat Fithrah?
Setiap akhir Ramadhan atau awal syawal dua kata (tepatnya frase) yang sering disebut adalah zakat fitrah dan Idul Fithri. Sebetulnya kata fithrah dan fitri/fithri dalam dua kata tersebut tidak berasal dari kata yang sama.
Misalnya pada dua hadist berikut:
صحيح البخاري - (ج 4 / ص 11) حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحِيمِ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَ حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ قَالَ أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي بَكْرِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ :كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ تَمَرَاتٍ
Shahih al-Bukhari (4/11) - ... dari Anas bin Malik, ia berkata: Dahulu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam tidak keluar (ke tanah lapang) pada hari Fithri hingga makan korma
صحيح البخاري - (ج 5 / ص 378) حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ نَافِعٍ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: أَمَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِزَكَاةِ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ
Shahih al-Bukhari: (5/378) - ... bahwa Abdullah bin ‘Umar radliallahu ‘anhuma berkata: Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam memerintahkan untuk zakat fithri satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum
Hadist pertama membicarakan hari raya (Idul) Fithri hadist kedua membicarakan zakat fithri (terkenalnya fithrah), dan keduanya menggunakan dua kata yang sama yaitu (الفطر)fithri bukan (الفطرة) fithrah. Sesungguhnya kedua kata tersebut mempunyai dua makna yang jauh berbeda. Tetapi mengapa kita menyebutnya sering berbeda yaitu zakat fithrah dan Idul Fithri. Dari sini mestinya kita konsisten menggunakan kata yang sama yaitu zakat fithri dan Idul Fithri.

Arti Zakat Fithri
Fithri berasal dari kata fathara – yafthuru dst artinya berbuka/makan. Dari kata ini rupanya zakat fithri adalah zakat yang berhubungan dengan ketersediaan bahan makanan bagi fakir miskin untuk disantap pada hari raya (Idul) Fithri. Pada hari adalah hari bersenang-senang dan berpesta setelah berpuasa Ramadhan satu bulan. Seperti tersebut dalam hadist berikut:
سنن أبي داود - (ج 4 / ص 413) حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ خَالِدٍ الدِّمَشْقِيُّ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ السَّمْرَقَنْدِيُّ قَالَا حَدَّثَنَا مَرْوَانُ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ حَدَّثَنَا أَبُو يَزِيدَ الْخَوْلَانِيُّ وَكَانَ شَيْخَ صِدْقٍ وَكَانَ ابْنُ وَهْبٍ يَرْوِي عَنْهُ حَدَّثَنَا سَيَّارُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ مَحْمُودٌ الصَّدَفِيُّ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنْ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلَاةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلَاةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنْ الصَّدَقَاتِ
Sunan Abi Dawud: ... dari Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam mewajibkan zakat fitrah sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perkataan yang tidak berguna dan kotor, dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Maka barangsiapa yang mengeluarkannya sebelum sholat, ia menjadi zakat yang diterima dan barangsiapa mengeluarkannya setelah sholat, ia menjadi sedekah biasa.

2.        Membayar dengan Uang
Barangkali karena sangat sibuk, atau mungkin pengertian yang kurang, atau alasan yang lain, banyak kaum Muslimin lebih senang membayar zakat fithri dengan menggunakan uang. Pada hal Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam memberikan contoh untuk membayar zakat fithri dengan makanan pokok.
Imam hadist Ibn Hajar al-Asqalani dalam Bulughul Maram mengutip beberapa hadist berikut:
وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ اَلْخُدْرِيِّ رضي الله عنه قَالَ: ( كُنَّا نُعْطِيهَا فِي زَمَانِ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم صَاعًا مِنْ طَعَامٍ, أَوْ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ, أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ, أَوْ صَاعًا مِنْ زَبِيبٍ. )  مُتَّفَقٌ عَلَيْه ِوَفِي رِوَايَةٍ: ( أَوْ صَاعًا مِنْ أَقِطٍ ) قَالَ أَبُو سَعِيدٍ: أَمَّا أَنَا فَلَا أَزَالُ أُخْرِجُهُ كَمَا كُنْتُ أُخْرِجُهُ فِي زَمَنِ رَسُولِ اَللَّهِ وَلِأَبِي دَاوُدَ: ( لَا أُخْرِجُ أَبَدًا إِلَّا صَاعًا )

Abu Said Al-Khudry Radliyallaahu 'anhu berkata: Pada zaman Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam kami selalu mengeluarkan zakat fitrah satu sho' makanan, atau satu sho' kurma, atau satu sho' sya'ir, atau satu sho' anggur kering. Muttafaq Alaihi. Dalam suatu riwayat lain: Atau satu sho' susu kering. Abu Said berkata: Adapun saya masih mengeluarkan zakat fitrah seperti yang aku keluarkan pada zaman Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam Dalam riwayat Abu Dawud: Aku selamanya tidak mengeluarkan kecuali satu sho'. Lihat Bulughul Maram hadist no. 648

Jadi menunaikan zakat Fithri boleh dengan
1.        Satu sha’ kurma
2.        Satu sha’ sya’ir (gandum)
3.        Satu sha’ anggur kering
4.        Satu sha’ susu kering

Bagaimana dengan Jagung dan Beras atau Makanan Pokok Lain semisal Sagu?
Sebagian besar ulama membolehkan membayar zakat fithri dengan beras, gandum, atau sagu, atau ketela tergantung makanan pokok sehari-hari yang umum tempat tinggal.
Hal ini berdasarkan hadist di atas dengan ungkapan
كُنَّا نُعْطِيهَا فِي زَمَانِ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم صَاعًا مِنْ طَعَامٍ
Pada zaman Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam kami selalu mengeluarkan zakat fitrah satu sho' makanan
Hal ini sesuai dengan denda sumpah dengan memberikan makanan pokok pada 10 orang miskin seperi ayat berikut:
لا يُؤَاخِذُكُمُ اللَّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَكِنْ يُؤَاخِذُكُمْ بِمَا عَقَّدْتُمُ الأيْمَانَ فَكَفَّارَتُهُ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَاكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلاثَةِ أَيَّامٍ ذَلِكَ كَفَّارَةُ أَيْمَانِكُمْ إِذَا حَلَفْتُمْ وَاحْفَظُوا أَيْمَانَكُمْ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka denda (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya) (al-Maidah: 89)

3.        Waktu Pembayaran di Awal atau Pertengahan Ramadhan
Waktu Wajib
Waktu wajib untuk membayar zakat fithri adalah sebelum shalat Idul Fithri. Adapum membayarkannya setelah shalat Idul Fithri hanya dianggap zakat biasa. Artinya zakat ini sudah harus ditunaikan sebelum shalat Idul Fithri. Hal ini berdasarkan hadist berikut:
سنن أبي داود - (ج 4 / ص 413)حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ خَالِدٍ الدِّمَشْقِيُّ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ السَّمْرَقَنْدِيُّ قَالَا حَدَّثَنَا مَرْوَانُ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ حَدَّثَنَا أَبُو يَزِيدَ الْخَوْلَانِيُّ وَكَانَ شَيْخَ صِدْقٍ وَكَانَ ابْنُ وَهْبٍ يَرْوِي عَنْهُ حَدَّثَنَا سَيَّارُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ مَحْمُودٌ الصَّدَفِيُّ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنْ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلَاةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلَاةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنْ الصَّدَقَاتِ
Sunan Abi Dawud (4/413): ... dari Ibn Abbas, ia berkata: Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam mewajibkan zakat fithri sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan perkataan kotor dan memberi miskin untuk orang miskin. Barang siapa membayarkannya sebelum shalat (Idul Fithri) maka ia adalah zakat yang diterima (oleh Allah), dan siapa yang membayarkannya setelah shalat Idul Fithri dia adalah shadaqah biasa.

Membayar Zakat Fithri Sebelum Waktu Wajib
Disepakati bolehnya membayar zakat fithri sehari atau dua hari sebelum Idul Fithri berdasarkan hadist berikut:
صحيح البخاري - (ج 5 / ص 385)حَدَّثَنَا أَبُو النُّعْمَانِ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: فَرَضَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَدَقَةَ الْفِطْرِ أَوْ قَالَ رَمَضَانَ عَلَى الذَّكَرِ وَالْأُنْثَى وَالْحُرِّ وَالْمَمْلُوكِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ فَعَدَلَ النَّاسُ بِهِ نِصْفَ صَاعٍ مِنْ بُرٍّ فَكَانَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يُعْطِي التَّمْرَ فَأَعْوَزَ أَهْلُ الْمَدِينَةِ مِنْ التَّمْرِ فَأَعْطَى شَعِيرًا فَكَانَ ابْنُ عُمَرَ يُعْطِي عَنْ الصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ حَتَّى إِنْ كَانَ لِيُعْطِي عَنْ بَنِيَّ وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يُعْطِيهَا الَّذِينَ يَقْبَلُونَهَا وَكَانُوا يُعْطُونَ قَبْلَ الْفِطْرِ بِيَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنِ
Shahih Bukhari (5/385): dari Nafi ... , ia berkata: “Dulu Ibn ‘Umar radlallahu ‘anhuma membayarkannya (zakat fithri) kepada yang menerimanya, dan membayarkannya  sebelum (Idul) Fithri sehari atau dua hari.

4.        Dibagikan Kepada Selain Fakir Miskin
Semestinya Amil Zakat tidak mengambil bagian dari Zakat Fithri ini. Karena zakat fithri hanya untuk fakir miskin saja, sebagai persediaan bahan makan selama hari raya. Zakat Fithri berbeda dengan zakat mal, pertanian, pertambangan.
سنن أبي داود - (ج 4 / ص 413) حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ خَالِدٍ الدِّمَشْقِيُّ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ السَّمْرَقَنْدِيُّ قَالَا حَدَّثَنَا مَرْوَانُ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ حَدَّثَنَا أَبُو يَزِيدَ الْخَوْلَانِيُّ وَكَانَ شَيْخَ صِدْقٍ وَكَانَ ابْنُ وَهْبٍ يَرْوِي عَنْهُ حَدَّثَنَا سَيَّارُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ مَحْمُودٌ الصَّدَفِيُّ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنْ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلَاةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلَاةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنْ الصَّدَقَاتِ
Sunan Abi Dawud (4/413): ... dari Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam mewajibkan ZAKAT FITHRI sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perkataan yang tidak berguna dan kotor, dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Maka barangsiapa yang mengeluarkannya sebelum sholat, ia menjadi zakat yang diterima dan barangsiapa mengeluarkannya setelah sholat, ia menjadi sedekah biasa.
5.        Zakat untuk Anak Yang Baru Saja Dilahirkan
Bagaimana untuk Bayi yang Baru Lahir Sebelum Idul Fithri?
Kalau ia lahir setelah fajar sebelum hari Idul Fithri
Bayi yang lahir setelah fajar harus membayar zakat fithri. Dalam hal ini orang tua, atau wali, atau siapa yang menanggungnya yang mempunyai tanggung jawab. Berdasarkan hadist Ibn ‘Abbas radliallahu ‘anhuma:
مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلَاةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلَاةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنْ الصَّدَقَاتِ
Barang siapa membayarkannya sebelum shalat (Idul Fithri) maka ia adalah zakat yang diterima (oleh Allah), dan siapa yang membayarkannya setelah shalat Idul Fithri dia adalah shadaqah biasa.

Kalau ia lahir setelah terbenamnya matahari pada malam Idul Fithri
Menurut pendapat Syafi’iyah, Hanabilah, dan sebagian Malikiah, bayi yang lahir setelah fajar harus membayar zakat fithri. Dalam hal ini orang tua, atau wali, atau siapa yang menanggungnya yang mempunyai tanggung jawab. Adapun menurut pendapat Hanafiyah, bayi yang lahir setelah fajar tidak mempunyai kewajiban membayar atau dibayarkan zakat fithri-nya. (lih. Abu Malik Kamal bin as-Sayyid Salim, dalam Shahih Fiqh Sunnah)

Kalau ia lahir sebelum terbenamnya matahari pada malam Idul Fithri
Adapun bayi yang lahir sebelum terbenamnya matahari, ia tidak wajib dizakati. Demikian pula, orang yang meninggal sebelum dilaksanakannya Shalat Idul Fithri, ia wajib membayar atau dibayarkan baginya zakat fithri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar