Minggu, 07 Desember 2014

‘ARSY - DI MANA ALLAH BERADA



‘ARSY - DI MANA ALLAH BERADA
Oleh: Sugiyanta, S.Ag, M.Pd





Dimanakah Allah Subhanahu wa Ta’ala?
Islam memiliki penjelasan yang berbeda dengan agama lain. Kalau umat Kristiani meyakini bahwa Allah berada di surga bersama anak dan istrinya, maka dalam Islam tidaklah demikian. Lalu dimanakah Allah subhanahu wa ta’ala:
إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ [الأعراف/54]
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.

Faidah ayat:
1.       Tuhan kita adalaha Allah
2.       Allah telah menciptakan semua langit, bumi seisinya dan semua yang berada antara langit dan bumi dalam enam masa
3.       Setelah menciptakan itu semua Allah bersemayam di ‘Arsy
4.       Allah pula yang mengatur pergantian siang dan malam
5.       Allah pula yang menciptakan matahari, bulan, dan bintang-bintang, itu semua tunduk kepada Allah subahnahu wa ta’ala
6.       Tak ada yang bisa menciptakan kitu semua kecuali Allah, yang mengatur alam semesta.

الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ الرَّحْمَنُ فَاسْأَلْ بِهِ خَبِيرًا [الفرقان/59]
(Allah) yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian dia bersemayam di atas Arsy, (Dialah) Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui (Muhammad) tentang Dia.

Faidah ayat:
1.       Setelah menciptakan langit dan bumi selama enam masa, Allah subhanahu wa ta’ala bersemayam di atas ‘Arsy.
2.       Bila kita hendak menanyakan tentang Allah, maka hendaklah kita mengikuti apa yang disampaikan oleh Muhammad, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, karena Allah menceritakan tentang diri-Nya sendiro melalui al-Quran yang diturunkan kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Ini juga karena apa yang dikatakan Rasulullah pada hakikatnya selalu berdasarkan wahyu Allah ta’ala.

Bagaimanakah Allah Beristawa’ (Bersemayam)?
Dalam bahasa Indonesia kata “istawa” sering diartikan dengan bersemayam. Secara umum kata istawa diartikan bertahta atau duduk santai. Demikianlah kata beristawa’ atau bersemayam ini sudah lazim dipahami oleh bangsa Arab pada zaman Rasulullah. Sehingga para sahabat tidak pernah menanyakan masalah ini kepada Rasulullh shalallahu ‘alaihi wa salam dan para shahabanya.
Sementara itu Imam al-Baghawi dalam kitab tafsirnya menyampaikan perkataan Imam Malik  rahimahullah (wafat tahun 179 H) menyatakan bahwa seseorang bertanya kepadanya (Imam Malik, “Bagaimana Allah bersemayam di ‘Arsy?” Maka jawabnya adalah:
الاستواء غير مجهول، والكيف غير معقول، والإيمان به واجب، والسؤال عنه بدعة، وما أظنك إلا ضالا ثم أمر به فأخرج
Istawa’ (bersemayamnya Allah) adalah maklum (sudah diketahui maknanya), dan kaifiyat (tata cara Allah bersemayam) tidak dapat dicapai akal, keimanan kepadanya (Allah beristawa’) wajib, dan pertanyaan tentangnya adalah perkara bid’ah, dan aku tidaklah menyangka engkau kecuali kesesatan. Lalu .... (Tafsir al-Baghawi)

Artinya kita wajib mengimani bahwa Allah bersemayam di ‘Arsy, dan kita semua tahu makna bersemayam itu apa, tetapi kita tidak tahu bagaimana cara Allah ta’ala bersemayam, dan kita tidak boleh menanyakan bagaimnana Allah bersemayam.

Apakah ‘Arsy Allah Subhanahu wa Ta’ala itu?
Secara bahasa ‘Arsy adalah bentuk kata bentukan dari kata kerja ‘arasya – ya‘risyu – ‘arsyan (عَرَشَ يَعْرِشُ عَرْشًا) yang berarti bangunan, singgasana, istana atau tahta. Di dalam Al-Quran, kata ‘Arsy itu disebut sebanyak 33 kali. Kata ‘Arsy mempunyai banyak makna, tetapi pada umumnya yang dimaksudkan adalah singgasana atau tahta Tuhan.
Seorang ulama yang bernama Rasyid Ridha  dalam Tafsir al-Manar menjelaskan bahwa ‘Arsy merupakan ”pusat pengendalian segala persoalan makhluk-Nya di alam semesta”. Penjelasan Rasyid Rida itu antara lain didasarkan pada Al Qur'an:
إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ مَا مِنْ شَفِيعٍ إِلَّا مِنْ بَعْدِ إِذْنِهِ ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ  [يونس/3]
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran?

Faidah ayat:
1.       Tuhan kita adalaha Allah
2.       Allah telah menciptakan semua langit, bumi seisinya dan semua yang berada antara langit dan bumi dalam enam masa
3.       Setelah menciptakan itu semua Allah bersemayam di ‘Arsy
4.       Allah mengatur segala urusan (setelah menciptakan langit dan bumi) di atas ‘Arsy
5.       Tak seorangpun dapat memberikan syafaat selain yang mendapat izin Allah ta’alabaik
6.       Kita diwajibkan hanya beribadah kepada Allah saja karena Allah lah yang menciptakan bumi, langit, dan mengatur segala urusan makhluknya.
7.       Proses penciptaan langit dan bumi, dan pengaturan alam semesta adalah sumber pelajaran yang paling  

Dimanakah ‘Arsy Allah itu?
‘Arsy Allah itu berada di tempat yang paling tinggi. Tata surya alam semesta berada di bawah ‘Arsy-Nya ta’ala.
1.       ‘Arsy Allah subhanahu wa ta’ala berada di atas surge Firdaus
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ صَالِحٍ حَدَّثَنَا فُلَيْحٌ عَنْ هِلَالِ بْنِ عَلِيٍّ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَبِرَسُولِهِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَصَامَ رَمَضَانَ كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ يُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ جَاهَدَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ جَلَسَ فِي أَرْضِهِ الَّتِي وُلِدَ فِيهَا فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلَا نُبَشِّرُ النَّاسَ قَالَ إِنَّ فِي الْجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ أَعَدَّهَا اللَّهُ لِلْمُجَاهِدِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ مَا بَيْنَ الدَّرَجَتَيْنِ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ فَاسْأَلُوهُ الْفِرْدَوْسَ فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الْجَنَّةِ وَأَعْلَى الْجَنَّةِ أُرَاهُ فَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ وَمِنْهُ تَفَجَّرُ أَنْهَارُ الْجَنَّةِ
Telah bercerita kepada kami Yahya bin Shalih telah bercerita kepada kami Fulaih dari Hilal bin 'Ali dari 'Atha' bin asar dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barang siapa yang beriman kepada Allah, menegakkan shalat, berpuasa bulan ramadhan, maka sudah pasti Allah akan memasukkannya kedalam surga, baik apakah dia berjihad di jalan Allah atau dia hanya duduk tinggal di tempat di mana dia dilahirkan". Mereka bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah tidak sebaiknya kami sampaikan berita gembira ini kepada orang-orang?" Beliau bersabda: "Sesungguhnya di surga itu ada seratus derajat (kedudukan) yang Allah menyediakannya buat para mujahid di jalan Allah dimana jarak antara dua derajat seperti jarak antara langit dan bumi. Untuk itu bila kalian minta kepada Allah maka mintalah surga Firdaus karena dia adalah tengahnya surga dan yang paling tinggi. Aku pernah diperlihatkan bahwa di atas Firdaus itu adalah ‘Arsy Allah Yang Maha Pemurah dimana darinya mengalir sungai-sungai surga". (Shahih al-Bukhari)

Faidah Hadist:
1. Surga menjadi jaminan bagi orang yang beriman kepada Allah, yang mendirikan shalat, dan yang berpuasa Ramadhan, termasuk orang yang berjihat ataupun hanya duduk-duduk di tempat ia dilahirkan.
2. Surga itu di dalamnya ada 120 tingkatan.
3. Ada surga khusus untuk para mujahid
4. Setiap dua tingkatan surga - jaraknya seperti jarak langit dan bumi
5. Surga Firdaus adalah surga yang berada di tempat paling tengah, surga Firdaus juga adalah surga yang paling tinggi.
6. Di atas surga Firdaus ada Arsy tempat Allah bersemayam.

حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ عَمْرٍو حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَاقَ عَنْ حُمَيْدٍ قَالَ سَمِعْتُ أَنَسًا يَقُولُ أُصِيبَ حَارِثَةُ يَوْمَ بَدْرٍ وَهُوَ غُلَامٌ فَجَاءَتْ أُمُّهُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَدْ عَرَفْتَ مَنْزِلَةَ حَارِثَةَ مِنِّي فَإِنْ يَكُ فِي الْجَنَّةِ أَصْبِرْ وَأَحْتَسِبْ وَإِنْ تَكُنْ الْأُخْرَى تَرَى مَا أَصْنَعُ فَقَالَ وَيْحَكِ أَوَهَبِلْتِ أَوَجَنَّةٌ وَاحِدَةٌ هِيَ إِنَّهَا جِنَانٌ كَثِيرَةٌ وَإِنَّهُ لَفِي جَنَّةِ الْفِرْدَوْسِ
Telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Muhammad telah menceritakan kepada kami Mu'awiyah bin Amru dan telah menceritakan kepada kami Abu Ishaq dari Humaid mengatakan, aku mendengar Anas mengatakan, “Haritsah gugur di perang Badar sedang ia masih berusia muda. Kemudian ibunya mendatangi Nabi Shallallahu'alaihiwasallam dan berujar, "Ya Rasulullah, engkau telah tahu tempat tinggal Haritsah daripada aku, kalaulah dia di surga, maka aku akan bersabar dan mengharap pahala, dan jikalau ditempat lain, akan kau lihat apa yang kulakukan". Maka Nabi bersabda, "Apakah kamu mengira bahwa surga hanyalah satu tingkatan, sungguh surga mempunyai sekian banyak tingkatan, dan sungguh dia berada di surga Firdaus." (Shahih al-Bukhari)

Faidah hadist:
Haritsah gugur sebagai mujahid, dan dia dimasukkan di surge yang paling tinggi, yaitu surga Firdaus.

2.       ‘Arsy berada di tempat yang paling tinggi, seluruh alam raya berada di bawah’Arsy.
حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيُّ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَسَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ قَوْلِهِ تَعَالَى} وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَهَا  {قَالَ مُسْتَقَرُّهَا تَحْتَ الْعَرْشِ
Telah menceritakan kepada kami Al Humaidi Telah menceritakan kepada kami Waki' Telah menceritakan kepada kami Al-A'masy dari Ibrahim At Taimi dari Bapaknya dari Abu Dzar dia berkata, “Aku bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tentang firman Allah Ta'ala, "Dan matahari berjalan di tempat peredarannya." Beliau bersabda: "Tempat peredarannya berada dibawah Arsy." (Yasiin: 38) (Shahih al-Bukhari).

Faidah Hadist:
Rasulullah menegaskan bahwa tempat peredaran matahri adalah di bawah ‘Arsy.

Bagaimanakah Ukuran ‘Arsy Allah Itu?
Bumi dan langit yang tujuh tidak dapat dibandingkan dengan luas ‘Arsy Allah subhanahu wa ta’ala.
ما السموات السبع في الكرسي إلا كحلقة ملقاة بأرض فلاة و فضل العرش على الكرسي كفضل تلك الفلاة على تلك الحلقة
Tidaklah langit yang tujuh di dalam (dibandingkan dengan) Kursiy kecuali seperti lingkaran yang dilemparkan ke padang yang luas, dan keunggulan ‘Arsy dan Kursiy seperti keunggulan padang yang luas itu atas lingkaran tersebut. (Ibn Abi Syuaibah).
Faidah Hadist:
1.       Bila Kursiy Allah sama dengan padang yang luas, maka luas bumi dan langit yang tujuh sama hanyalah bagian yang sangat kecil dari luas Kursi Allah
2.       Bila ‘Arsy Allah sama dengan padang yang luas, maka luas Kursi Allah hanyalah bagian yang sangat kecil dari luas ‘Arsy Allah  

Allah Subhanahu wa Ta’ala Berkarya di Atas ‘Arsy

إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ مَا مِنْ شَفِيعٍ إِلَّا مِنْ بَعْدِ إِذْنِهِ ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ [يونس/3]
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran?

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ حَدَّثَنَا أَبُو الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ لَمَّا قَضَى الْخَلْقَ كَتَبَ عِنْدَهُ فَوْقَ عَرْشِهِ إِنَّ رَحْمَتِي سَبَقَتْ غَضَبِي
Telah menceritakan kepada kami Abul Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu'aib telah menceritakan kepada kami Abuz zinad dari Al A'raj dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Ketika Allah menetapkan penciptaan, Dia tulis di sisi-Nya di atas ‘Arsy-Nya 'Rahmat-Ku lebih mendominasi kemurkaan-Ku'." (Shahih al-Bukhari)
Faidah Hadist:
Setelah Allah menciptakan seluruh langit dan bumi, Allah mentetap di ‘Arsy dan menuliskan segala sesuatu di ‘Arsy, termasuk menuliskan kehendaknya bahwa Rahma-Nya melebihi kemurkaan-Nya

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ حَدَّثَنَا أَبُو الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ أَنْفِقْ أُنْفِقْ عَلَيْكَ وَقَالَ يَدُ اللَّهِ مَلْأَى لَا تَغِيضُهَا نَفَقَةٌ سَحَّاءُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَقَالَ أَرَأَيْتُمْ مَا أَنْفَقَ مُنْذُ خَلَقَ السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ فَإِنَّهُ لَمْ يَغِضْ مَا فِي يَدِهِ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ وَبِيَدِهِ الْمِيزَانُ يَخْفِضُ وَيَرْفَعُ} اعْتَرَاكَ {افْتَعَلَكَ مِنْ عَرَوْتُهُ أَيْ أَصَبْتُهُ وَمِنْهُ يَعْرُوهُ وَاعْتَرَانِي} آخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا {أَيْ فِي مِلْكِهِ وَسُلْطَانِهِ عَنِيدٌ وَعَنُودٌ وَعَانِدٌ وَاحِدٌ هُوَ تَأْكِيدُ التَّجَبُّرِ} اسْتَعْمَرَكُمْ {جَعَلَكُمْ عُمَّارًا أَعْمَرْتُهُ الدَّارَ فَهِيَ عُمْرَى جَعَلْتُهَا لَهُ} نَكِرَهُمْ {وَأَنْكَرَهُمْ وَاسْتَنْكَرَهُمْ وَاحِدٌ} حَمِيدٌ مَجِيدٌ {كَأَنَّهُ فَعِيلٌ مِنْ مَاجِدٍ مَحْمُودٌ مِنْ حَمِدَ سِجِّيلٌ الشَّدِيدُ الْكَبِيرُ سِجِّيلٌ وَسِجِّينٌ وَاللَّامُ وَالنُّونُ أُخْتَانِ وَقَالَ تَمِيمُ بْنُ مُقْبِلٍ وَرَجْلَةٍ يَضْرِبُونَ الْبَيْضَ ضَاحِيَةًضَرْبًا تَوَاصَى بِهِ الْأَبْطَالُ سِجِّينَا
Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman Telah mengabarkan kepada kami Syu'aib Telah menceritakan kepada kami Abu Az Zinad dari Al A'raj dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah Azza wa Jalla berfirman, 'Berinfaklah, maka aku akan berinfak kepadamu.' Dan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Sesungguhnya tangan Allah terisi penuh, pemberian-Nya siang maupun malam tidak pernah menguranginya." Juga beliau bersabda: "Tidakkah kalian melihat bagaimana Allah telah memberikan nafkah (rezeki) semenjak Dia mencipta langit dan bumi. Sesungguhnya Allah tidak pernah berkurang apa yang ada pada tangan kanan-Nya." Beliau bersabda: "Dan 'Arsy-Nya ada di atas air, di tangan-Nya yang lain terdapat neraca, Dia merendahkan dan meninggikan." (Shahih al-Bukhari)

Faidah hadist:
1.     Kita selalu diminta untuk berinfak, dan balasannya adalah Allah ta’ala pun akan selalu memberikan infak kepada kita
2.     Allah memiliki tangan
3.     Tangan-Nya selalu berisi penuh infak (pemberian), pemberian-Nya kepada makhluknya tak akan mengurangi segala sesuatu yang ada pada tangan-Nya.
4.     ‘Arsy Allah berada di atas air di atas surga Firdaus.
5.     Pada tangan Allah yang lain terdapat timbangan.
6.     Di atas ‘Arsy itu Allah memberikan rejeki dan merendahkan atau meninggikan neraca

Allah Mendengar Doa Malaikat dan Manusia dari Atas ‘Arsy
الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آَمَنُوا رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ [غافر/7]
(Malaikat-malaikat) yang memikul 'Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): "Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala,

Faidah Ayat:
1.       Ada malaikat yang bertugas memikul ‘Arsy
2.       Ada juga malaikat yang berada di sekeliling ‘Arsy
3.       Para malaikat tersebut bertasbih, beriman kepada Allah, dan memintakan ampunan kepada Allah buat orang yang beriman

Para Malaikat Memikul Arsy

الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آَمَنُوا رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ [غافر/7]
(Malaikat-malaikat) yang memikul 'Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): "Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala,

وَالْمَلَكُ عَلَى أَرْجَائِهَا وَيَحْمِلُ عَرْشَ رَبِّكَ فَوْقَهُمْ يَوْمَئِذٍ ثَمَانِيَةٌ [الحاقة/17]
Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung 'Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka.
Faidah Ayat:
Ada delapan malaikat yang memikul ‘Arsy, dan mereka memikul Aray dengan kepala mereka ‘alaihim salam.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam pun menerangkan hal ini.
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أُذِنَ لِي أَنْ أُحَدِّثَ عَنْ مَلَكٍ مِنْ مَلَائِكَةِ اللَّهِ مِنْ حَمَلَةِ الْعَرْشِ إِنَّ مَا بَيْنَ شَحْمَةِ أُذُنِهِ إِلَى عَاتِقِهِ مَسِيرَةُ سَبْعِ مِائَةِ عَامٍ
Dari Jabir bin Abdullah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Aku diizinkan untuk menceritakan tentang kondisi salah satu Malikat diantara malaikat-malaikat Allah yang lain; yaitu malaikat Hamalatul ‘Arsy (pengusung ‘Arsy), 'Sesungguhnya jarak antara ujung telinga bawah malaikat dengan bahunya sejauh perjalanan tujuh ratus tahun'." (Sunan Abu Dawud)

Faidah hadist:
1.       Malaikat pemikul ‘Arsy mendapat gelar Hamalatul ‘Arsy
2.       Saking besarnya malaikat tersebut, jarak ujung telinga dengan pundaknya dengan bahunya sejauh tujuh ratus tahun perjalanan.

Para Malaikat Mengelilingi ‘Arsy
وَتَرَى الْمَلَائِكَةَ حَافِّينَ مِنْ حَوْلِ الْعَرْشِ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَقُضِيَ بَيْنَهُمْ بِالْحَقِّ وَقِيلَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ  [الزمر/75]
Dan kamu (Muhammad) akan melihat malaikat-malaikat berlingkar di sekeliling 'Arsy bertasbih sambil memuji Tuhannya; dan diberi putusan di antara hamba-hamba Allah dengan adil dan diucapkan: "Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam."

‘Arsy itu Memiliki Tiang
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ النَّاسُ يَصْعَقُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَإِذَا أَنَا بِمُوسَى آخِذٌ بِقَائِمَةٍ مِنْ قَوَائِمِ الْعَرْشِ
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yusuf telah menceritakan kepada kami Sufyan dari 'Amru bin Yahya dari Ayahnya dari Abu Sa'id Al Khudzri dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Pada hari kiamat semua manusia pingsan, tak tahunya saya dan Musa berpegangan dengan salah satu penyangga 'arsy." (Shahih al-Bukhari)

Juga berdasarkan hadist berikut
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ يَحْيَى عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ بَيْنَمَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَالِسٌ جَاءَ يَهُودِيٌّ فَقَالَ يَا أَبَا الْقَاسِمِ ضَرَبَ وَجْهِي رَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِكَ فَقَالَ مَنْ قَالَ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ قَالَ ادْعُوهُ فَقَالَ أَضَرَبْتَهُ قَالَ سَمِعْتُهُ بِالسُّوقِ يَحْلِفُ وَالَّذِي اصْطَفَى مُوسَى عَلَى الْبَشَرِ قُلْتُ أَيْ خَبِيثُ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخَذَتْنِي غَضْبَةٌ ضَرَبْتُ وَجْهَهُ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُخَيِّرُوا بَيْنَ الْأَنْبِيَاءِ فَإِنَّ النَّاسَ يَصْعَقُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَأَكُونُ أَوَّلَ مَنْ تَنْشَقُّ عَنْهُ الْأَرْضُ فَإِذَا أَنَا بِمُوسَى آخِذٌ بِقَائِمَةٍ مِنْ قَوَائِمِ الْعَرْشِ فَلَا أَدْرِي أَكَانَ فِيمَنْ صَعِقَ أَمْ حُوسِبَ بِصَعْقَةِ الْأُولَى
Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il telah menceritakan kepada kami Wuhaib telah menceritakan kepada kami 'Amru bin Yahya dari bapaknya dari Abu Sa'id Al-Khudriy radliallahu 'anhu berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sedang duduk bermajelis tiba-tiba datang seorang Yahudi seraya berkata, "Wahai Abu Al Qasim, seorang shahabatmu telah memukul wajahku". Lalu dia menebutkan seseorang dari kalangan Anshar. Maka Beliau berkata, "Panggillah". Kemudian Beliau bertanya, "Apakah benar kamu memukulnya?" Orang itu berkata; "Aku mendengar di pasar dia bersumpah; "Demi Dzat yang telah memilih Musa untuk seluruh manusia. Aku katakan; (Apakah kamu bermaksud untuk mengatakan) "Aku benci Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam". Maka kemarahanku memuncak lalu aku pukul wajahnya". Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah kalian banding-bandingkan (lebihkan) sesama para Nabi karena nanti saat seluruh manusia dimatikan pada hari qiyamat, akulah orang yang pertama kali dibangkitkan dari bumi namun saat itu dihadapanku telah ada Musa Aalaihissalam yang sedang berpegangan pada salah satu tiang 'Arsy, dan aku tidak tahu apakah dia termasuk orang yang dibangkitkan (lebih dahulu) atau termasuk orang yang dihisab (sehingga diselamatkan) dengan hari kegoncangan yang pertama?" (Shahih al-Bukhari)

Faidah Hadist:
1.     Kita tidak diperkenankan membanding-bandingkan atau melebih lebihkan sesame para Nabi
2.     Orang yang pertama kali dibangkitkan pada hari Kiamat nanti adalah Rasulullah Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam.
3.     Hanya saja ternyata saat Rasulullah bangkit, Nabi Musa pun sudah terbangun dengan berpegang pada tiang ‘Arsy Allah ta’ala

‘Arsy Allah Tempat Bergantung Arwah-Arwah Para Syuhada
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا أُصِيبَ إِخْوَانُكُمْ بِأُحُدٍ جَعَلَ اللَّهُ أَرْوَاحَهُمْ فِي جَوْفِ طَيْرٍ خُضْرٍ تَرِدُ أَنْهَارَ الْجَنَّةِ تَأْكُلُ مِنْ ثِمَارِهَا وَتَأْوِي إِلَى قَنَادِيلَ مِنْ ذَهَبٍ مُعَلَّقَةٍ فِي ظِلِّ الْعَرْشِ فَلَمَّا وَجَدُوا طِيبَ مَأْكَلِهِمْ وَمَشْرَبِهِمْ وَمَقِيلِهِمْ قَالُوا مَنْ يُبَلِّغُ إِخْوَانَنَا عَنَّا أَنَّا أَحْيَاءٌ فِي الْجَنَّةِ نُرْزَقُ لِئَلَّا يَزْهَدُوا فِي الْجِهَادِ وَلَا يَنْكُلُوا عِنْدَ الْحَرْبِ فَقَالَ اللَّهُ سُبْحَانَهُ أَنَا أُبَلِّغُهُمْ عَنْكُمْ قَالَ فَأَنْزَلَ اللَّهُ { وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ } إِلَى آخِرِ الْآيَةِ
Dari Ibnu Abbas, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Ketika saudara kalian terbunuh dalam pertempuran yang berlangsung di gunung Uhud, Allah menjadikan arwah mereka berada di dalam tubuh burung yang berwarna hijau, ia (burung tersebut) berada di sungai surga, memakan buah-buah yang ada di situ, dan bernaung di dalam sangkar dari emas yang tergantung di Arsy. Ketika mereka (arwah para syuhada) mendapatkan makanan, minuman, dan tempat yang sangat baik, mereka berkata, 'Siapa yang akan memberi tahu keadaan kita kepada saudara kita (di dunia) bahwa kita (senantiasa masih) hidup dan diberi rezeki (oleh Allah), agar mereka tidak enggan berjihad dan tidak takut berperang?' Allah pun berfirman, 'Aku yang akan menyampaikan kabar (berita) tentang kalian.' "Allah kemudian menurunkan ayat, 'Janganlah engkau mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki'. " (Qs. Aali 'Imraan [3]: 169) (Sunan Abu Dawud).
Semoga bermanfaat. Ditulis di Paras Banjarasri Kalibawang Kulon Progo. Tulisan ini banyak mengambil manfaat dari hadist digital. Kami selalu berdoa semoga keluarga kami selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa ta’ala dan selalu dalam kebaikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar