Kamis, 13 Oktober 2016

Mari Mengenal Sifat Orang Munafik



MUNAFIK – APA DAN SIAPA??
Oleh: Sugiyanta, S.Ag, M.Pd*

ARTI MUNAFIK
Secara bahasa, kata munafik berasal dari kata (nifaq) نافق, ينافقومنافقة, نفاقا, yang berarti pura-pura, diambil dari kata النافقاء yang berarti lubang keluarnya yarbu (sejenis tikus) dari sarangnya, dimana jika hewan tersebut dicari dari lobang yang satu, maka ia keluar dari lobang yang lain.
Seperti dalam ayat berikut:
Teks al-Quran (1)
وَإِنْ كَانَ كَبُرَ عَلَيْكَ إِعْرَاضُهُمْ فَإِنِ اسْتَطَعْتَ أَنْ تَبْتَغِيَ نَفَقًا فِي الْأَرْضِ أَوْ سُلَّمًا فِي السَّمَاءِ فَتَأْتِيَهُمْ بِآَيَةٍ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَمَعَهُمْ عَلَى الْهُدَى فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْجَاهِلِينَ [الأنعام/35]
Dan jika perpalingan mereka (darimu) terasa amat berat bagimu, maka jika kamu dapat membuat lobang di bumi atau tangga ke langit lalu kamu dapat mendatangkan mukjizat kepada mereka (maka buatlah). Kalau Allah menghendaki, tentu saja Allah menjadikan mereka semua dalam petunjuk sebab itu janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang jahil

Secara syar’i nifaq menampakkan ke-Islam-an dan kebaikan tetapi menyembunyikan kekufuran dan kejahatan. Adapun kata munafik berarti orang yang melakukan nifaq (amalan orang munafiq). Munafiq berarti orang yang menampakkan ke-Islam-an dan kebaikan tetapi menyembunyikan kekufuran dan kejahatan.
Teks (2)

CIRI-CIRI MUNAFIQ

Berdusta, Bersumpah Palsu, dan Menghalangi manusia dari Jalan Allah:
Teks al-Quran (2)
إِذَا جَاءَكَ الْمُنَافِقُونَ قَالُوا نَشْهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ اللَّهِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَكَاذِبُونَ. اتَّخَذُوا أَيْمَانَهُمْ جُنَّةً فَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنَّهُمْ سَاءَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ [المنافقون/1، 2]
Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: "Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah." Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta.
Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan.
Faidah ayat:
1.      Orang-orang munafik pada zaman Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam mengaku bahwa Muhammad adalah Rasulullah, tetapi pada dasarnya mereka berdusta
2.      Orang munafik pun sering bersumpah, tetapi sumpah sebagai alat pelindung diri saja.
3.      Orang-orang munafik menghalangi manusia untuk menjalankan syariat agama.

Menginginkan Kaum Muslimin untuk Menjadi Kafir
Teks al-Quran (3)
فَمَا لَكُمْ فِي الْمُنَافِقِينَ فِئَتَيْنِ وَاللَّهُ أَرْكَسَهُمْ بِمَا كَسَبُوا أَتُرِيدُونَ أَنْ تَهْدُوا مَنْ أَضَلَّ اللَّهُ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ سَبِيلًا (88) وَدُّوا لَوْ تَكْفُرُونَ كَمَا كَفَرُوا فَتَكُونُونَ سَوَاءً فَلَا تَتَّخِذُوا مِنْهُمْ أَوْلِيَاءَ حَتَّى يُهَاجِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَخُذُوهُمْ وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ وَجَدْتُمُوهُمْ وَلَا تَتَّخِذُوا مِنْهُمْ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا (89)
Maka mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan dalam (menghadapi) orang-orang munafik, padahal Allah telah membalikkan mereka kepada kekafiran, disebabkan usaha mereka sendiri ? Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang-orang yang telah disesatkan Allah? Barangsiapa yang disesatkan Allah, sekali-kali kamu tidak mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) kepadanya. Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong. (an-Nisa: 88-89)
Faidah ayat:
1.      Muslimin sering berpecah belah dalam menghadapi kaum munafik.
2.      Orang munafik tidak dapat diberikan petunjuk karena mereka sudah disesatkan oleh Allah
3.      Orang munafik menginginkan kaum muslimin untuk menjadi orang kafir sama kafirnya dengan mereka.
4.      Kaum Muslimin dilarang mengangkat kaum munafik menjadi penolong atau pemimpin atau pelindung, kecuali kalau mereka sudah menjadi orang Islam.

Malas Mengerjakan Shalat
Teks (4)
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَى يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا [النساء/142]
Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.
Faidah ayat:
1.      Orang munafik itu menipu Allah (dan juga kaum Muslimin) – di antaranya mereka mengaku beriman kepada Allah juga hari akhir, tetapi kenyataannya mereka bukanlah orang beriman. Dan Allah membalas tipuan mereka.
2.      Orang munafik itu bila melakukan shalat, ia shalat dengan malas
3.      Orang munafik itu kalaupun shalat hanya untuk diperlihatkan kepada orang lain (riya’)
4.      Orang munafik itu tidak ingat kepada Allah kecuali sedikit saja

Menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma'ruf
Teks (5)
الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ نَسُوا اللَّهَ فَنَسِيَهُمْ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ. وَعَدَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا هِيَ حَسْبُهُمْ وَلَعَنَهُمُ اللَّهُ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُقِيمٌ . [التوبة/67، 68]
Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma'ruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik.
Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah mela'nati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal.
Faidah Ayat:
1.      Orang munafik sama dengan orang munafik lainnya, mereka bersatu padu
2.      Orang munafik menyuruh berbuat kemungkaran dan melarang berbuat kema’rufan
3.      Orang munafik adalah orang-orang yang fasik
4.      Orang munafik dan kafir diancam Allah subhanahu wa ta’ala dengan neraka Jahanam dan kekal di dalamnya
5.      Orang munafik dilaknat oleh Allah.

Terlalu Kritis dalam Pembagian Sedekah, Gembira saat Memperoleh Sedekah tetapi Marah saat Tidak Memperolehnya.
Teks (6)
وَمِنْهُمْ مَنْ يَلْمِزُكَ فِي الصَّدَقَاتِ فَإِنْ أُعْطُوا مِنْهَا رَضُوا وَإِنْ لَمْ يُعْطَوْا مِنْهَا إِذَا هُمْ يَسْخَطُونَ [التوبة/58]
Dan di antara mereka ada orang yang mencelamu tentang (distribusi) sedekah; jika mereka diberi sebahagian dari padanya, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi sebahagian dari padanya, dengan serta merta mereka menjadi marah.
Faidah ayat:
1.      Pada zaman Rasulullah dulu, kaum munafik selalu mencela tentang cara pembagian sedekah.
2.      Kaum munafik merasa senang saat diberi sedekah tetapi akan sangat marah bila tidak diberi sedekah

Membujuk Kaum Kafir dari Ahlul Kitab untuk Melawan Islam
Teks (7)
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ نَافَقُوا يَقُولُونَ لِإِخْوَانِهِمُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَئِنْ أُخْرِجْتُمْ لَنَخْرُجَنَّ مَعَكُمْ وَلَا نُطِيعُ فِيكُمْ أَحَدًا أَبَدًا وَإِنْ قُوتِلْتُمْ لَنَنْصُرَنَّكُمْ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ (11) لَئِنْ أُخْرِجُوا لَا يَخْرُجُونَ مَعَهُمْ وَلَئِنْ قُوتِلُوا لَا يَنْصُرُونَهُمْ وَلَئِنْ نَصَرُوهُمْ لَيُوَلُّنَّ الْأَدْبَارَ ثُمَّ لَا يُنْصَرُونَ (12) [الحشر/11، 12]
Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang munafik yang berkata kepada saudara-saudara mereka yang kafir di antara ahli kitab: "Sesungguhnya jika kamu diusir niscaya kamipun akan keluar bersamamu; dan kami selama-lamanya tidak akan patuh kepada siapapun untuk (menyusahkan) kamu, dan jika kamu diperangi pasti kami akan membantu kamu." Dan Allah menyaksikan bahwa sesungguhnya mereka benar-benar pendusta.
Sesungguhnya jika mereka diusir, orang-orang munafik itu tidak akan keluar bersama mereka, dan sesungguhnya jika mereka diperangi, niscaya mereka tidak akan menolongnya; sesungguhnya jika mereka menolongnya, niscaya mereka akan berpaling lari ke belakang; kemudian mereka tidak akan mendapat pertolongan.
Faidah ayat:
1.      Orang munafik itu membujuk ahli kitab untuk memberontak kepada Rasulullah, dan berjanji untuk membantunya, bahkan berjanji menerima hukuman bersama-sama
2.      Tetapi saat ahli kitab dalam peperangan, kaum munafik mengingkari apa yang mereka sudah janjikan

Membujuk Seperti Syetan
Teks (8)
كَمَثَلِ الشَّيْطَانِ إِذْ قَالَ لِلْإِنْسَانِ اكْفُرْ فَلَمَّا كَفَرَ قَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِنْكَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ رَبَّ الْعَالَمِينَ  [الحشر/16]
(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) setan ketika dia berkata kepada manusia: "Kafirlah kamu", maka tatkala manusia itu telah kafir, maka ia berkata: "Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta Alam."
Faidah ayat:
1.      Kaum munafik dalam membujuk kaum Muslimin untuk meninggalkan agama sama persis yang dilakukan oleh setan, dengan cara yang lembut
2.      Bila yang dibujuk terkena bujukannya dan mendapatkan kemudlorotan atau celaka, kaum munafik enggan membantu bahkan cenderung berleps diri seolah-olah mereka takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Enggan Diajak Berperang
Teks (9)
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ قِيلَ لَهُمْ كُفُّوا أَيْدِيَكُمْ وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآَتُوا الزَّكَاةَ فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقِتَالُ إِذَا فَرِيقٌ مِنْهُمْ يَخْشَوْنَ النَّاسَ كَخَشْيَةِ اللَّهِ أَوْ أَشَدَّ خَشْيَةً وَقَالُوا رَبَّنَا لِمَ كَتَبْتَ عَلَيْنَا الْقِتَالَ لَوْلَا أَخَّرْتَنَا إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ قُلْ مَتَاعُ الدُّنْيَا قَلِيلٌ وَالْآَخِرَةُ خَيْرٌ لِمَنِ اتَّقَى وَلَا تُظْلَمُونَ فَتِيلًا [النساء/77]
Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka: "Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah sembahyang dan tunaikanlah zakat!" Setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya. Mereka berkata: "Ya Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami? Mengapa tidak Engkau tangguhkan (kewajiban berperang) kepada kami sampai kepada beberapa waktu lagi?" Katakanlah: "Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun.
Faidah ayat:
1.      Kaum munafik selalu membuat keonaran dan seolah mengajak berperang untuk membela agama pada saat perang tidak boleh dilakukan, tetapi di saat mereka diperitah untuk mereka menolaknya, mereka takut seperti takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala, bahkan perasaan takut jauh lebih besar dari pada takut kepada Allah.
2.      Kaum munafik pada saat diajak perang mereka minta agar perang ditunda untuk beberapa lama atau bahkan diurungkan
3.      Kepada mereka yang mempunyai perasaan seperti orang munafik ini maka sebaiknya dikatakan, "Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun.”

Teks (10)
وَإِذَا أُنْزِلَتْ سُورَةٌ أَنْ آَمِنُوا بِاللَّهِ وَجَاهِدُوا مَعَ رَسُولِهِ اسْتَأْذَنَكَ أُولُو الطَّوْلِ مِنْهُمْ وَقَالُوا ذَرْنَا نَكُنْ مَعَ الْقَاعِدِينَ [التوبة/86]
Dan apabila diturunkan suatu surat (yang memerintahkan kepada orang munafik itu): "Berimanlah kamu kepada Allah dan berjihadlah beserta Rasul-Nya", niscaya orang-orang yang sanggup di antara mereka meminta izin kepadamu (untuk tidak berjihad) dan mereka berkata: "Biarkanlah kami berada bersama orang-orang yang duduk".
Faidah ayat:
Orang munafik itu bila diajak jihad atau berperang, mereka enggan, dan memilih berada di tempat tinggalnya.

Orang munafik itu mencari-cari alasan
Teks (11)
الَّذِينَ قَالُوا لِإِخْوَانِهِمْ وَقَعَدُوا لَوْ أَطَاعُونَا مَا قُتِلُوا قُلْ فَادْرَءُوا عَنْ أَنْفُسِكُمُ الْمَوْتَ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ  [آل عمران/168]
Orang-orang yang mengatakan kepada saudara-saudaranya dan mereka tidak turut pergi berperang: "Sekiranya mereka mengikuti kita, tentulah mereka tidak terbunuh." Katakanlah: "Tolaklah kematian itu dari dirimu, jika kamu orang-orang yang benar."
Faidah ayat:
Untuk membenarkan apa yang mereka lakukan, orang munafik merasa gembira atas musibah yang menimpa kaum muslimin. Katanya, “Itu lo kalau ngga mau ikut nasehatku, kalau dia tak ikut perang, pastilah dia tidak terbunuh sia-sia.” Pada hal kematian itu semuanya adalah urusan Allah subhanahu wa ta’ala

Orang Munafik itu Membenci Orang Beresedekah­
Teks (12)
الَّذِينَ يَلْمِزُونَ الْمُطَّوِّعِينَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ فِي الصَّدَقَاتِ وَالَّذِينَ لَا يَجِدُونَ إِلَّا جُهْدَهُمْ فَيَسْخَرُونَ مِنْهُمْ سَخِرَ اللَّهُ مِنْهُمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ [التوبة/79]
(Orang-orang munafik itu) yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak mempunyai (untuk disedekahkan) selain sekedar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka itu, dan untuk mereka azab yang pedih.
Faidah ayat:
1.      Orang munafik itu mencela dan menghina kaum mukminin yang suka sedekah dengan sukarela
2.      Orang munafik juga mencela dan menghina kaum mukminin yang tidak mempunyai sesuatu untuk disedekahkan kecuali apa yang bisa mereka usahakan saja – walaupun dengan jumlah yang sangat kecil tetapi kaum muslimin tetap bersedekah, meskipun dengan susah payah dalam mengusahakannya.
3.      Allah akan membalas penghinaan kaum munafik dengan azab yang pedih.

Orang Munafik itu Memecah Belah Kaum Muslimin
Teks (13)
وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مَسْجِدًا ضِرَارًا وَكُفْرًا وَتَفْرِيقًا بَيْنَ الْمُؤْمِنِينَ وَإِرْصَادًا لِمَنْ حَارَبَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ مِنْ قَبْلُ وَلَيَحْلِفُنَّ إِنْ أَرَدْنَا إِلَّا الْحُسْنَى وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ [التوبة/107]
Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka Sesungguhnya bersumpah: "Kami tidak menghendaki selain kebaikan." Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya).

Teks (14)
لَا تَقُمْ فِيهِ أَبَدًا لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَى مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيهِ فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَنْ يَتَطَهَّرُوا وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ [التوبة/108]
Janganlah kamu bersembahyang dalam mesjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar taqwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. Di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih.
Faidah ayat:
1.      Ada juga kaum munafik yang mendirikan masjid, tetapi tujuannya adalah untuk memecah belah kaum muslimin.
2.      Masjid yang mereka bangun sebagai alat tipu daya kaum Muslimin, untuk mengetahui kelemahan dan kelengahan mereka.
3.      Rasulullah melarang kaum muslimin shalat di dalam masjid kaum munafik selamanya
4.      Rasulullah memerintahkan untuk tetap menggunakan masjid yang didirikan atas dasar ketakwaan

Orang Munafik itu Lebih Taat kepada Hukum Non-Islam
Teks (15)
إِنَّ الَّذِينَ ارْتَدُّوا عَلَى أَدْبَارِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْهُدَى الشَّيْطَانُ سَوَّلَ لَهُمْ وَأَمْلَى لَهُمْ (25) ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا لِلَّذِينَ كَرِهُوا مَا نَزَّلَ اللَّهُ سَنُطِيعُكُمْ فِي بَعْضِ الْأَمْرِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِسْرَارَهُمْ  [محمد/25، 26]
Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, setan telah menjadikan mereka mudah (berbuat dosa) dan memanjangkan angan-angan mereka. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka (orang-orang munafik) itu berkata kepada orang-orang yang benci kepada apa yang diturunkan Allah (orang-orang Yahudi): "Kami akan mematuhi kamu dalam beberapa urusan", sedang Allah mengetahui rahasia mereka.
Faidah ayat:
1.      Di antara tanda kemunafikan adalah tidak mempedulikan petunjuk Allah dan Rasulullah.
2.      Orang munafik itu senang mendekati orang Yahudi (termasuk Nasrani dan lainnya) dari pada kaum muslimin dan mengikuti peraturan yang dibuat oleh Yahudi dan lainnya.

Memusuhi Islam secara Sporadis
Teks (16)
لَا يُقَاتِلُونَكُمْ جَمِيعًا إِلَّا فِي قُرًى مُحَصَّنَةٍ أَوْ مِنْ وَرَاءِ جُدُرٍ بَأْسُهُمْ بَيْنَهُمْ شَدِيدٌ تَحْسَبُهُمْ جَمِيعًا وَقُلُوبُهُمْ شَتَّى ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَعْقِلُونَ  [الحشر/14]
Mereka tidak akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti.
Faidah ayat:
1.      Dalam memerangi Mukminin, kaum munafik tidak bisa bersatu kecuali dalam tempat dan keadaan yang tersembunyi dan tersamar.
2.      Sebenarnya di antara kaum munafik sendiri ada perpecahan yang hebat karena hati-hati mereka berpecah belah, walupun kaum Muslimin mengira mereka bersatu padu

ORANG MUNAFIK ITU, KAFIR ATAU MENDEKATI KEKAFIRAN ATAU FASIK

Orang Munafik itu Kafir (lihat teks (3), atau Mendekati Kafir
Teks (17)
وَلِيَعْلَمَ الَّذِينَ نَافَقُوا وَقِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا قَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوِ ادْفَعُوا قَالُوا لَوْ نَعْلَمُ قِتَالًا لَاتَّبَعْنَاكُمْ هُمْ لِلْكُفْرِ يَوْمَئِذٍ أَقْرَبُ مِنْهُمْ لِلْإِيمَانِ يَقُولُونَ بِأَفْواهِهِمْ مَا لَيْسَ فِي قُلُوبِهِمْ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا يَكْتُمُونَ  [آل عمران/167]
Dan supaya Allah mengetahui siapa orang-orang yang munafik. Kepada mereka dikatakan: "Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah (dirimu)." Mereka berkata: "Sekiranya kami mengetahui akan terjadi peperangan, tentulah kami mengikuti kamu". Mereka pada hari itu lebih dekat kepada kekafiran dari pada keimanan. Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak terkandung dalam hatinya. Dan Allah lebih mengetahui dalam hatinya. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.
Faidah ayat:
1.      Kaum munafik itu ketika diajak perang pastilah mereka mencari alasan agar diijinkan untuk tidak berperang
2.      Perkataan kaum munafik, "Sekiranya kami mengetahui akan terjadi peperangan, tentulah kami mengikuti kamu", adalah ungkapan ejekan kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bahwa Rasulullah tidak tahu taktik perang karena sedikitnya kaum muslimin.
3.      Kalaulah kaum munafik itu tidak termasuk kafir, tetapi mereka lebih dekat kepada kekafiran dari pada keimanan.
4.      Kaum munafik itu mengatakan sesuatu yang jauh berbeda dengan apa yang terkandung dalam hatinya. Di mulut berkata mendukung perang tetapi di hatinya terkandung penolakan untuk berperang.
5.      Allah mengetahui apa yang ada dalam hati kaum munafik walaupun tidak diungkapkan dengan kata-kata.

Orang Munafik itu Fasik (lihat teks (5))
Fasik adalah perbuatan yang sudah keluar dari syari’at Islam. Pelakunya disebut mufasikin.


SIKAP KITA KEPADA ORANG MUNAFIK

Dilarang membunuh orang munafik yang sudah menyepakati perjanjian damai atau minta perlindungan dan tidak memerangi kaum muslimin
 إِلَّا الَّذِينَ يَصِلُونَ إِلَى قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِيثَاقٌ أَوْ جَاءُوكُمْ حَصِرَتْ صُدُورُهُمْ أَنْ يُقَاتِلُوكُمْ أَوْ يُقَاتِلُوا قَوْمَهُمْ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَسَلَّطَهُمْ عَلَيْكُمْ فَلَقَاتَلُوكُمْ فَإِنِ اعْتَزَلُوكُمْ فَلَمْ يُقَاتِلُوكُمْ وَأَلْقَوْا إِلَيْكُمُ السَّلَمَ فَمَا جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ عَلَيْهِمْ سَبِيلًا (90) سَتَجِدُونَ آَخَرِينَ يُرِيدُونَ أَنْ يَأْمَنُوكُمْ وَيَأْمَنُوا قَوْمَهُمْ كُلَّ مَا رُدُّوا إِلَى الْفِتْنَةِ أُرْكِسُوا فِيهَا فَإِنْ لَمْ يَعْتَزِلُوكُمْ وَيُلْقُوا إِلَيْكُمُ السَّلَمَ وَيَكُفُّوا أَيْدِيَهُمْ فَخُذُوهُمْ وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأُولَئِكُمْ جَعَلْنَا لَكُمْ عَلَيْهِمْ سُلْطَانًا مُبِينًا [النساء/90-91]
Kecuali orang-orang yang meminta perlindungan kepada sesuatu kaum, yang antara kamu dan kaum itu telah ada perjanjian (damai) atau orang-orang yang datang kepada kamu sedang hati mereka merasa keberatan untuk memerangi kamu dan memerangi kaumnya. Kalau Allah menghendaki, tentu Dia memberi kekuasaan kepada mereka terhadap kamu, lalu pastilah mereka memerangimu. tetapi jika mereka membiarkan kamu, dan tidak memerangi kamu serta mengemukakan perdamaian kepadamu maka Allah tidak memberi jalan bagimu (untuk menawan dan membunuh) mereka.
Faidah Ayat:
Kaum Muslimin tidak boleh memerangi kaum munafik yang telah minta perlindungan, perdamaian, kepada kaum Muslimin.

Dilarang mengangkat orang munafik sebagai teman kepercayaan, penolong atau pemimpin.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآَيَاتِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.
Faidah Ayat:
1.      Kaum Musimin dilarang mengambil teman di luar kalangannya sendiri (non-muslim, termasuk orang munafik).
2.      Non-Muslim dan Munafik banyak menimbulkan keburukan bagi kaum muslimin dan menyusahkan mereka
3.      Non-Muslim dan Munafik bila berbicara menebarkan kebencian apalagi apa yang ada di batin atau dada mereka, mereka jauh membenci umat Islam

 هَا أَنْتُمْ أُولَاءِ تُحِبُّونَهُمْ وَلَا يُحِبُّونَكُمْ وَتُؤْمِنُونَ بِالْكِتَابِ كُلِّهِ وَإِذَا لَقُوكُمْ قَالُوا آَمَنَّا وَإِذَا خَلَوْا عَضُّوا عَلَيْكُمُ الْأَنَامِلَ مِنَ الْغَيْظِ قُلْ مُوتُوا بِغَيْظِكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ [آل عمران/118، 119]
Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata "Kami beriman", dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari antaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): "Matilah kamu karena kemarahanmu itu". Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati.
Faidah ayat:
1.      Kebanyakan kaum muslimin menyukai non-muslim juga munafik, pada hal mereka sangat membenci kaum muslimin
2.      Bahkan kebanyakan kaum muslimin menyukai kitab-kitab non-muslim
3.      Orang munafik selalu berkata bahwa mereka beriman,
4.      Di dada mereka sebenarnya ada perasaan sangat benci kepada kaum Muslimin
5.      Allah mengetahui isi hati mereka, maka kaum Muslimin hendaknya mengimani apa yang diperintahkan dan dilarang oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

ORANG MUNAFIK PADA HARI AKHIRAT

Gambaran Orang Munafik di Akhirat Kelak
يَوْمَ يَقُولُ الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ لِلَّذِينَ آَمَنُوا انْظُرُونَا نَقْتَبِسْ مِنْ نُورِكُمْ قِيلَ ارْجِعُوا وَرَاءَكُمْ فَالْتَمِسُوا نُورًا فَضُرِبَ بَيْنَهُمْ بِسُورٍ لَهُ بَابٌ بَاطِنُهُ فِيهِ الرَّحْمَةُ وَظَاهِرُهُ مِنْ قِبَلِهِ الْعَذَابُ (13) يُنَادُونَهُمْ أَلَمْ نَكُنْ مَعَكُمْ قَالُوا بَلَى وَلَكِنَّكُمْ فَتَنْتُمْ أَنْفُسَكُمْ وَتَرَبَّصْتُمْ وَارْتَبْتُمْ وَغَرَّتْكُمُ الْأَمَانِيُّ حَتَّى جَاءَ أَمْرُ اللَّهِ وَغَرَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ [الحديد/13، 14]
(Yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, (dikatakan kepada meraka): "Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, yang kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar".
Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman: "Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebahagian dari cahayamu". Dikatakan (kepada mereka): "Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu)". Lalu diadakan di antara mereka dinding yang mempunyai pintu. Di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya dari situ ada siksa.
Faidah ayat:
1.      Besok di akhirat ada hari kaum mukminin disertai cahaya terang di depan dan kanan mereka, dan kaum mukminin mendapat kabar gembira yaitu kaum mukminin akan masuk surga dan kekal di dalamnya.
2.      Pada hari itu kaum munafik berada di belakang dalam kegelapan, dan berlari maju minta cahaya kepada kaum mukminin.
3.      Permintaan itu ditolak dan kaum munafik diperintahkan untuk kembali ke belakang.
4.      Lalu di antara kaum munafik dan mukminin dibuat sekat yang ada pintunya. Kaum mukminin di sebelah kanan atau di dalam dan mendapatkan rahmat, sedangkan kaum munafik di luar sekat dan mendapat siksa.

Orang Munafik dan Musyrik berada di Jahanam
وَيُعَذِّبَ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِ الظَّانِّينَ بِاللَّهِ ظَنَّ السَّوْءِ عَلَيْهِمْ دَائِرَةُ السَّوْءِ وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَلَعَنَهُمْ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا [الفتح/6]
Dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Allah memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahannam. Dan (neraka Jahannam) itulah sejahat-jahat tempat kembali.

*Penulis adalah Wakil Ketua Bidang Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Dekso di Kecamatan Kalibawang Kulon Progo DIY.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar