Jumat, 08 Mei 2015

BEBERAPA HAL YANG TERKAIT DENGAN BULAN RAJAB



BULAN RAJAB
Oleh: Sugiyanta, S.Ag, M.Pd

Pengertian Bulan Rajab
Teks Hadist:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَامٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ ابْنِ أَبِي بَكْرَةَ عَنْ أَبِي بَكْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الزَّمَانَ قَدْ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلَاثٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ
أَيُّ شَهْرٍ هَذَا قُلْنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ فَسَكَتَ حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ سَيُسَمِّيهِ بِغَيْرِ اسْمِهِ قَالَ أَلَيْسَ ذَا الْحِجَّةِ قُلْنَا بَلَى قَالَ أَيُّ بَلَدٍ هَذَا قُلْنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ فَسَكَتَ حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ سَيُسَمِّيهِ بِغَيْرِ اسْمِهِ
قَالَ أَلَيْسَ الْبَلْدَةَ قُلْنَا بَلَى قَالَ فَأَيُّ يَوْمٍ هَذَا قُلْنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ فَسَكَتَ حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ سَيُسَمِّيهِ بِغَيْرِ اسْمِهِ قَالَ أَلَيْسَ يَوْمَ النَّحْرِ قُلْنَا بَلَى قَالَ فَإِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ قَالَ مُحَمَّدٌ وَأَحْسِبُهُ قَالَ وَأَعْرَاضَكُمْ عَلَيْكُمْ حَرَامٌ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي بَلَدِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا وَسَتَلْقَوْنَ رَبَّكُمْ فَيَسْأَلُكُمْ عَنْ أَعْمَالِكُمْ أَلَا فَلَا تَرْجِعُوا بَعْدِي ضُلَّالًا يَضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابَ بَعْضٍ أَلَا لِيُبَلِّغْ الشَّاهِدُ الْغَائِبَ فَلَعَلَّ بَعْضَ مَنْ يَبْلُغُهُ أَنْ يَكُونَ أَوْعَى لَهُ مِنْ بَعْضِ مَنْ سَمِعَهُ وَكَانَ مُحَمَّدٌ إِذَا ذَكَرَهُ قَالَ صَدَقَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ أَلَا هَلْ بَلَّغْتُ أَلَا هَلْ بَلَّغْتُ مَرَّتَيْنِ
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Salam, telah menceritakan kepada kami Abdul Wahab telah menceritakan kepada kami Ayyub dari Muhammad dari Ibnu Abu Bakrah dari Abu Bakrah radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda, "Sesungguhnya zaman itu terus berputar sama seperti saat Allah menciptakan langit dan bumi, setahun ada dua belas bulan, dan empat di antaranya adalah bulan-bulan haram, dan tiga di antaranya adalah bulan-bulan yang berurutan yaitu: Dzul Qa'dah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajab. Sedangkan bulan Rajab adalah bulan Mudzar yaitu bulan yang terletak antara Jumadil Akhir dan Sya'ban."
(Beliau bertanya), "Bulan apakah sekarang ini?" kami menjawab, "Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui." Beliau terdiam beberapa saat, hingga kami menduga bahwa beliau akan menyebutnya dengan nama yang lain, lalu beliau bersabda, "Bukankah sekarang bulan Dzul Hijjah?" Kami menjawab, "Benar."
Beliau bertanya lagi, "Negeri apakah ini?" Kami menjawab, "Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui." Beliau terdiam beberapa saat, hingga kami menduga beliau akan menyebutnya dengan nama yang lain, lalu beliau bersabda, "Bukankah sekarang kita berada di negeri Baldah?" Kami menjawab, "Benar."
Beliau kembali bertanya, "Hari apakah ini?" Kami menjawab, "Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui." Beliau terdiam beberapa saat, hingga kami mengira beliau akan menyebutnya dengan nama yang lain. Kemudian beliau bersabda, "Bukankah sekarang adalah hari Nahr (kurban)?" Kami menjawab, "Benar." Beliau kemudian bersabda, "Sesungguhnya darah kalian, harta bendamu - Muhammad berkata, “Saya kira beliau juga bersabda, “dan kehormatan kalian - adalah haram atas diri kalian, seperti haramnya harimu sekarang ini, di negerimu ini, dan di bulan kalian ini. Sesungguhnya kalian pasti akan bertemu dengan Rabb kalian (di hari kiamat kelak), dan Dia akan menanyakan tentang semua amal perbuatan kalian. Oleh karena itu, sepeninggalku nanti, janganlah kalian kembali kepada kesesatan -dimana sebagian dari kalian membunuh sebagian yang lain-, hendaknya orang yang hadir pada saat ini menyampaikan kepada orang yang tidak hadir! bisa jadi orang yang mendengar dari mulut kedua justru lebih menjaga apa-apa yang di dengarnya daripada orang yang mendengarnya secara langsung."
Sedangkan apabila Muhammad menyebutkan hadits tersebut, dia berkata; "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam benar." Setelah itu beliau bersabda: "Bukankah aku telah menyampaikannya, bukankah aku telah menyampaikannya?! Hingga dua kali.

Hadist di atas menegaskan bahwa:
1.             Rajab adalah nama salah satu nama (bulan ketujuh) dari dua belas nama bulan dalam kalender Islam. Rajab termasuk salah satu nama dari empat bulan haram. Bulan haram selain Rajab adalah Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, dan Muharram.
2.            Rajab disebut bulan haram karena dalam bulan tersebut orang dilarang mengadakan peperangan, mengangkat senjata, menumpahkan darah manusia, dan dilarang juga menyerang kehormatan orang lain.
3.            Rajab juga disebut bulan Mudlar yaitu bulan yang terlentak antara bulan Jumadal Akhir dan Sya’ban. Orang-orang Mudzar mengagungkan bulan Rajab dengan melakukan korban penyembelihan yang kemudian dilarang oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam

Rasulullah tak Pernah Melakukan Umrah pada Bulan Rajab

Teks hadist
حَدَّثَنِي عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ مُجَاهِدٍ قَالَدَخَلْتُ أَنَا وَعُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ الْمَسْجِدَ فَإِذَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا جَالِسٌ إِلَى حُجْرَةِ عَائِشَةَ ثُمَّ قَالَ كَمْ اعْتَمَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَرْبَعًا ثُمَّ سَمِعْنَا اسْتِنَانَ عَائِشَةَ قَالَ عُرْوَةُ يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ أَلَا تَسْمَعِينَ مَا يَقُولُ أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اعْتَمَرَ أَرْبَعَ عُمَرٍ فَقَالَتْ مَا اعْتَمَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عُمْرَةً إِلَّا وَهُوَ شَاهِدُهُ وَمَا اعْتَمَرَ فِي رَجَبٍ قَطُّ
Telah menceritakan kepadaku Ustman bin Abu Syaibah Telah menceritakan kepada kami Jarir dari Manshur dari Mujahid, katanya, aku dan Urwah bin Zubair memasuki sebuah masjid, ternyata Abdullah bin Umar radliallahu ‘anhu sedang duduk di sebelah kamar Aisyah, kemudian Urwah bin Zubair bertanya, "Berapa kali Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berumrah? Ibnu Umar menjawab, "Empat kali." Aisyah terus berujar "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tak pernah berumrah kecuali Ibnu Umar turut menyertainya, dan beliau sama sekali tidak pernah berumrah pada bulan rajab." (Shahih al-Bukhari)

Rasulullah selama tinggal di Madinah melakukan umrah empat kali dan tidak sekalipun melakukannya pada bulan Rajab.

Tidak Ada Penyembelihan Korban dalam Bulan Rajab

Teks hadits
مِخْنَفُ بْنُ سُلَيْمٍ قَالَ وَنَحْنُ وُقُوفٌ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِعَرَفَاتٍ قَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ عَلَى كُلِّ أَهْلِ بَيْتٍ فِي كُلِّ عَامٍ أُضْحِيَّةً وَعَتِيرَةً أَتَدْرُونَ مَا الْعَتِيرَةُ هَذِهِ الَّتِي يَقُولُ النَّاسُ الرَّجَبِيَّةُ
Dari Mikhnaf bin Sulaim, ia berkata: Pada waktu kami wukuf bersama Rasulullah SAW di Arafah, beliau bersabda, "Wahai manusia, sesungguhnya bagi setiap penghuni rumah (keluarga) setiap tahunnyadiharuskan (menyembelih) hewan Kurban dan 'atirah. Apakah kalian tahu apa itu 'atirah? Yaitu sesuatu yang biasa disebut Rajabiyah." (hewan yang disembelih pada bulan Rajab)(Sunan Abu Dawud)

Teks hadist
عَنْ مِخْنَفِ بْنِ سُلَيْمٍ قَالَ كُنَّا وَقُوفًا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِعَرَفَةَ فَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ عَلَى كُلِّ أَهْلِ بَيْتٍ فِي كُلِّ عَامٍ أُضْحِيَّةً وَعَتِيرَةً أَتَدْرُونَ مَا الْعَتِيرَةُ هِيَ الَّتِي يُسَمِّيهَا النَّاسُ الرَّجَبِيَّةَ
Dari Mikhnaf bin Sulaim, ia berkata, "Kami wukuf di Arafah di sisi Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam, maka beliau bersabda, 'Wahai manusia sekalian, sesungguhnya wajib atas setiap keluarga untuk berkurban dan menyembelih hewan setiap tahun. Tahukan kalian apa yang disebut dengan menyembelih hewan? Itulah yang disebut oleh orang dengan sebutan Rajabiyyah (menyembelih hewan pada bulan Rajab)."

Dahulu Rasulullah mensyariatkan ‘atirah yaitu menyembelih seekor kambing pada bulan Rajab tetapi ‘atirah ini lalu dihapus oleh Rasulullah seperti diebut dalam hadits berikut.

Teks hadits
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ الزُّهْرِيُّ حَدَّثَنَا عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا فَرَعَ وَلَا عَتِيرَةَ قَالَ وَالْفَرَعُ أَوَّلُ نِتَاجٍ كَانَ يُنْتَجُ لَهُمْ كَانُوا يَذْبَحُونَهُ لِطَوَاغِيَتِهِمْ وَالْعَتِيرَةُ فِي رَجَبٍ
Telah menceritakan kepada kami Ali bin Abdullah berkata, telah menceritakan kepada kami Sufyan berkata; Az Zuhri telah menceritakan kepada kami dari Sa'id Ibnul Musayyab dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Tidak ada Fara' dan Atirah." Beliau lalu jelaskan: "Fara' adalah anak pertama seekor unta yang mereka sembelih untuk sesembahan mereka, dan Atirah adalah hewan (kambing) yang mereka potong di bulan Rajab." (Shahih al-Bukhari)

Kaum atau Bani Mudlar pada bulan Rajab biasa menyembelih seekor kambing yang mereka sering beri dengan nama ‘atirah, dan ini sudag dilarang oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.

Rasulullah Sering Berpuasa pada Bulan Rajab

Teks hadits:
عُثْمَانُ يَعْنِي ابْنَ حَكِيمٍ قَالَ سَأَلْتُ سَعِيدَ بْنَ جُبَيْرٍ عَنْ صِيَامِ رَجَبٍ فَقَالَ أَخْبَرَنِي ابْنُ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لَا يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لَا يَصُومُ
Dan Utsman bin Hakim, dia berkata: Aku bertanya kepada Sa'id bin Jubair tentang puasa bulan Rajab? Sa'id menjawab, "Aku diberitahu Ibnu Abbas bahwa Rasulullah berpuasa sampai aku katakan beliau tidak berbuka, dan beliau berbuka hingga aku katakan beliau tidak berpuasa." (Sunan Abu Dawud)

Rasulullah berpuasa pada bulan Rajab dengan menyatukan beberapa hari untuk berpuasa dan beberapa hari untuk tidak berpuasa. Artinya Rasulullah berpuasa pada bulan Rajab beberaha hari secara terus menerus lalu berhenti dan tidak berpuasa terus menerus selama sebulan penuh.

Namun begitu puasa pada bulan Rajab ini tidak memiliki keutamaan melebihi bulan lainnya karena tak ditemukan hadist shahih yang menerangkannya. Para ahli hadist menyatakan bahwa hadist-hadist yang menerangkan bahwa puasa bulan Rajab memiliki keutamaan tertenu adalah hadist hadist dlaif (lemah) bahkan maudlu’ (palsu).

Keterkaitan dengan Isra’ Mi’raj??
Kami sedang mencari hadist-hadist yang menerangkn bahwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam terjadi tanggal 27 Rajab. Kepada para Kyai atau Ustadz yang membidangi dalam hal ini, kami memohon untuk membagi ilmu tentang hal ini. Wallahu a’lam.

Ditulis pada Jumat 8 Mei 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar