Senin, 26 September 2011

Sudah Niat Berkorbankah Anda?

Fiqih Dzul Hijjah (1)

Kalender Dzul Hijjah 1432 H:
10 Dzulhijjah 1432 Bertepatan dengan Ahad 6 November 2011
Oleh: Sugiyanta,S.Ag, M.Pd

Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah mengeluarkan Maklumat bahwa 1 Ramadhan 1432 H akan jatuh pada Senin Legi bertepatan dengan 1 Agustus 2011. Maklumat bernomor 375/MLM/I.0/E/2011 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal, dan dzulhijjah 1432 Hijriyah serta Himbauan Menyambut Ramadhan 1432 Hijriyah tersebut dikeluarkan pada tanggal 25 Rajab 1432 H bertepatan 27 Juni 2011 dan ditandatangani oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Din Syamsyuddin, MA dan sekretaris Dr. H. Agung Danaro M,Ag.

Hasil Hisab Hakiki Wujudul Hilal
Berdasarkan hisab hakiki wujud al-hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah ditetapkan bahwa:
1.        Ijtimak
Ijtimak menjelang Dzulhijjah 1432 H terjadi pada Kamis Pon, 27 Oktober 2011 pukul 02.57.10 WIB

2.        Tinggi Hilal setelah Ijtimak
Tinggi hilal saat matahari terbenam di Yogyakarta adalah 060 28’ 53” (berarti hilal sudah di atas ufuk dan hilal sudah wujud dan di seluruh wilayah Indonesia pada saat matahari terbenam hilal sudah di atas ufuk.

3.        I Dzulhijjah 1432 H
Karena hilal sudah wujud berarti malam itu sudah masuk ke bulan berikutnya yaitu Dzulhijjah 1432 H. Jadi 1 Dzulhijjah 1432 H jatuh pada hari Jumat Wage, 28 Oktober 2011.

4.        Hari Arafah 1432 H
Hari Arafah (9 Dzulhijjah 1432 H) jatuh pada Sabtu Pahing, 05 November 2011

5.        Idul Adha 1432 H
Idul Adha (10 Dzulhijjah 1432 H) jatuh pada hari Ahad, 06 November 2011

Minggu, 25 September 2011

Berseri-serilah Saat Berjabat Tangan


Jabat Tangan (3)
Etika Berjabat Tangan
Sugiyanta, S.Ag, M.Pd

Berjabat Tangan dengan Wajah Berseri-seri
Imam an-Nawawi mengataka: “Disunnahkan dalah berjabat tangan dengan waja yang bersei-seri.”
Berdasarkan hadist
صحيح مسلم - (ج 13 / ص 69)
حَدَّثَنِي أَبُو غَسَّانَ الْمِسْمَعِيُّ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ يَعْنِي الْخَزَّازَ عَنْ أَبِي عِمْرَانَ الْجَوْنِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الصَّامِتِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ: قَالَ لِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَحْقِرَنَّ مِنْ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ
Shahih Muslim (13/69): ... dari Abi Dzar, ia berkata: “Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam berkata kepadaku: “Janganlah engkau meremehkan suatu kebajikan apapun walau hanya menjumpai saudaramu dengan wajah yang berser-seri

Berjabat Tangan dengan Satu Tangan Saja dan Memandang Wajah Lawan Jabat Tangan
Berjabat tangan (al-mushafahah). Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani berkata: “Memegang tangan dengan satu tangan dalam berjabat tangan. Sunggu terdapat penelasannya dalam banyak hadist, bahkan asal usul lafadz mushafahah secara etimologi menunjukkan hal ini. Dalam kamus Lisanul Arab: al-mushfahah artinya memegang dengan satu tangan, dan begitu juga at-tashfuh.
Dan mushafahah dalah hadist bermushafahah (berjabat tangan) ketika berjumpa, termasuk dalam makna ini. Mushafahah adalah perbuatan saling melengketkan telapak kanan dan wajah menghadap wajah

Berjabat Tangan dengan Tidak Membungkukkan Badan
Tidak boleh berjabat tangan sambil membungkukkan badan. Membungkukkan badan saat berjabat tangan dilarang dalam agama ini.
سنن الترمذي - (ج 9 / ص 373)
حَدَّثَنَا سُوَيْدٌ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ أَخْبَرَنَا حَنْظَلَةُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ الرَّجُلُ مِنَّا يَلْقَى أَخَاهُ أَوْ صَدِيقَهُ أَيَنْحَنِي لَهُ قَالَ لَا قَالَ أَفَيَلْتَزِمُهُ وَيُقَبِّلُهُ قَالَ لَا قَالَ أَفَيَأْخُذُ بِيَدِهِ وَيُصَافِحُهُ قَالَ نَعَمْ
Sunnan at-Tirmidzi (9/373) ... dari Anas bin Malik, ia berkata: “Seseorang bertanya: “Wahai Rasulullah, seseorang dari kami berjumpa dengan saudaranya atau temannya, apakah ia membukukkan punggung kepadanya?” Biliau menjawab: “Tidak”. Ia bertanya: “Apakah ia memeluk dan menciumnya?”. Beliau berkata: “Tidak”. Ia bertanya lagi, “Apakah ia memegang tangannya dan berjabat tangan?” Rasulullah menjawab: “Ya”.”.